Jakarta – Tidak semua orang bekerja semata untuk uang. Bagi sebagian orang, pekerjaan bisa menjadi cara untuk menikmati hidup, menyalurkan hobi, atau bahkan mencari pengalaman baru. Hal itu pula yang dilakukan oleh Chen Zihan, wanita cantik asal China yang kini tinggal di Singapura.
Meski memiliki pekerjaan bergengsi di siang hari sebagai desainer web di sebuah perusahaan teknologi ternama, Zihan memilih untuk menghabiskan waktu malamnya sebagai pengantar makanan GrabFood. Bukan karena masalah finansial, melainkan karena ia menemukan kebahagiaan lewat aktivitas bersepeda sambil mengantarkan pesanan pelanggan.
Hobi yang Berubah Jadi Aktivitas Produktif
Dalam wawancara yang dikutip dari Mothership (24/10/2025), Zihan menceritakan bahwa kegemarannya bersepeda bermula saat pandemi. Ketika itu, ia mulai rutin gowes untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, seiring waktu, ia merasa ingin menjadikan hobinya lebih bermakna.
“Awalnya hanya ingin olahraga saja. Tapi lama-lama saya merasa menyenangkan bisa keliling kota sambil melakukan sesuatu yang bermanfaat. Lalu terpikir untuk daftar jadi kurir makanan,” katanya sambil tersenyum.
Ia resmi bergabung sebagai delivery partner GrabFood pada pertengahan 2023. Sejak itu, hampir setiap malam setelah jam kerja, ia mengayuh sepedanya menyusuri jalan-jalan Singapura untuk mengantar pesanan makanan kepada pelanggan.
Siang Desain Website, Malam Antar Pesanan
Rutinitas harian Zihan cukup unik. Ia memulai hari seperti profesional pada umumnya—berangkat ke kantor pukul 9 pagi, merancang tampilan web untuk berbagai klien, lalu pulang menjelang sore. Namun, alih-alih beristirahat atau bersantai, ia mengganti bajunya dengan seragam hijau khas GrabFood dan bersiap mengantarkan pesanan.
“Biasanya saya mulai sekitar pukul 7 malam hingga 10 malam. Kadang kalau sedang semangat, bisa sampai tengah malam,” ujarnya.
Ia mengaku tidak merasa lelah karena menganggap kegiatan ini sebagai hiburan setelah seharian duduk di depan komputer. “Saya bekerja dengan pikiran di siang hari, dan bekerja dengan tubuh di malam hari. Dua-duanya bikin saya bahagia,” tambahnya.
Bukan Demi Uang, Tapi Demi Kepuasan Diri
Zihan menegaskan bahwa motivasinya bukan untuk mencari uang tambahan. Gajinya sebagai desainer sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di Singapura. Namun, menjadi pengantar makanan memberinya rasa kepuasan yang berbeda.
“Ada perasaan menyenangkan ketika melihat orang tersenyum saat pesanannya tiba. Saya merasa seperti sedang berbagi kebahagiaan,” katanya.
Ia juga menyebut profesi ini membuatnya lebih menghargai para pekerja lapangan. “Sebelumnya saya tidak sadar betapa sulitnya pekerjaan seperti ini—panas, hujan, jalan jauh, semua harus dijalani. Sekarang saya lebih menghormati mereka,” tambahnya.
Dikenal Ramah di Kalangan Pelanggan
Kisah Chen Zihan sempat viral di media sosial setelah salah satu pelanggannya membagikan foto dan pengalaman bertemu dengannya. Banyak yang kagum melihat bagaimana seorang profesional sukses rela menjadi kurir makanan demi hobi.
Warganet menilai Zihan sebagai sosok inspiratif yang menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal besar, tapi dari cara sederhana menikmati hidup. “Dia benar-benar contoh nyata bahwa passion bisa jadi sumber kebahagiaan,” tulis salah satu komentar di platform Xiaohongshu.
Beberapa pelanggan bahkan mengaku sengaja memesan GrabFood di malam hari hanya untuk berharap bisa bertemu Zihan secara langsung. Namun, wanita berusia 31 tahun itu menanggapinya dengan santai. “Saya tidak ingin dianggap berbeda. Saya hanya melakukan apa yang saya suka,” ujarnya.
Menginspirasi Banyak Orang
Sejak kisahnya viral, Zihan menerima banyak pesan dari warganet yang mengaku terinspirasi. Beberapa dari mereka bahkan mengaku termotivasi untuk mencoba hal baru di luar pekerjaan utama mereka.
“Banyak yang bilang mereka juga ingin menekuni hobi tapi takut dianggap aneh. Saya bilang, kalau itu membuatmu bahagia dan tidak merugikan orang lain, kenapa tidak?” katanya.
Ia juga berharap ceritanya bisa membuka pandangan masyarakat tentang makna “bekerja”. Menurutnya, pekerjaan tidak selalu harus berkaitan dengan uang. “Kadang kita bekerja untuk diri sendiri—untuk rasa tenang, untuk kebugaran, atau untuk sekadar merasa hidup,” katanya dengan bijak.
Antara Profesionalisme dan Passion
Zihan mengaku masih akan terus menjalani dua profesi ini selama bisa menjaga keseimbangan. Ia percaya bahwa karier dan hobi tidak harus saling mengorbankan. “Selama saya masih bisa mengatur waktu, saya akan terus melakukannya,” ujarnya.
Ia pun mengungkapkan bahwa banyak rekan kerjanya di kantor yang justru mendukung pilihannya. Beberapa bahkan ikut membeli sepeda dan terkadang menemaninya mengantar pesanan pada akhir pekan.
“Saya bersyukur mereka tidak menilai negatif. Mereka tahu ini bagian dari gaya hidup saya,” katanya.
Kesimpulan
Kisah Chen Zihan menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali datang dari hal sederhana. Dalam dunia yang serba cepat dan berorientasi pada pencapaian materi, Zihan memilih untuk menikmati hidup dengan cara berbeda—mengayuh sepeda, menikmati malam, dan berbagi senyum dengan orang lain.
Bagi banyak orang, pekerjaan mungkin adalah kewajiban. Tapi bagi Zihan, pekerjaan bisa juga menjadi hobi yang membawa makna dan kedamaian batin.
“Saya tidak ingin hidup hanya untuk bekerja. Saya ingin bekerja sambil hidup,” tutupnya.