Bandung memang dikenal sebagai kota kuliner, tetapi Jakarta juga tak kalah menghadirkan pengalaman makan yang unik. Salah satunya datang dari sebuah rumah makan Padang viral di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Bukan sekadar menyajikan masakan Minang autentik, tempat ini berdiri di bangunan berusia lebih dari satu abad dan menyimpan bunker rahasia yang sarat sejarah.
Rumah makan Padang bernama Minang Eethuis ini langsung mencuri perhatian sejak pertama kali dibuka. Perpaduan antara kuliner khas Minang dan nuansa bangunan kolonial menjadikan pengalaman bersantap terasa berbeda, sekaligus membawa pengunjung menelusuri jejak masa lalu.
Rumah Makan Padang di Bangunan Kolonial Berusia 107 Tahun
Dari Villa Leonie hingga Jadi Destinasi Kuliner
Minang Eethuis menempati bangunan tua yang dibangun pada tahun 1918. Bangunan ini dikenal dengan nama Villa Leonie, yang dahulu menjadi tempat tinggal Leonie, putri tokoh Tionghoa ternama Tjoen Sen Sie atau Tjoen Siang. Pada era 1930–1940, rumah ini menjadi salah satu hunian elite di kawasan Batavia.
Menariknya, bangunan tersebut masih mempertahankan bentuk aslinya. Tidak ada renovasi besar yang mengubah struktur utama, mulai dari lantai marmer bertuliskan Anno 1918, relief bunga dan burung, hingga tata ruang khas rumah kolonial. Inilah yang membuat rumah makan Padang ini terasa unik dan berbeda dari kebanyakan restoran Padang lainnya.
Bunker Rahasia yang Menyimpan Jejak Sejarah Nasional
Pernah Jadi Persembunyian Laksamana R.E. Martadinata
Salah satu daya tarik utama Minang Eethuis adalah keberadaan bunker rahasia di dalam bangunan. Bunker ini konon pernah digunakan sebagai tempat persembunyian pahlawan nasional, Laksamana R.E. Martadinata, pada masa perjuangan.
Keberadaan bunker ini menjadikan rumah makan Padang tersebut bukan hanya tempat makan, tetapi juga bagian dari cagar budaya peninggalan era Belanda. Tak heran jika banyak pengunjung datang bukan hanya untuk kuliner, tetapi juga ingin melihat langsung sisi historis yang jarang ditemukan di rumah makan Padang pada umumnya.
Masakan Minang Autentik Racikan Chef Asli Minang
Resep Tradisional dengan Rasa Konsisten
Tak hanya unggul dari sisi bangunan, rumah makan Padang ini juga serius dalam urusan rasa. Seluruh menu diracik langsung oleh chef Anggi, yang berasal dari tanah Minang. Ia dikenal sangat mencintai masakan tradisional dan menjaga keaslian bumbu.
Pilihan menunya cukup lengkap, mulai dari gulai, rendang, hingga lauk khas yang jarang ditemui di rumah makan Padang lain. Ke depan, Minang Eethuis juga berencana mengembangkan konsep dengan menghadirkan kopi serta hiburan seperti musik keroncong dan live music.
Menu Andalan Rumah Makan Padang Minang Eethuis
Nasi Rames dengan Ikan Bilis Khas Danau Singkarak
Salah satu menu favorit adalah nasi rames dengan ikan bilis. Ikan bilis merupakan ikan endemik Danau Singkarak, Sumatera Barat, yang jarang disajikan di restoran Padang.
Dengan harga sekitar Rp 22.000, pengunjung sudah mendapatkan nasi putih, gulai nangka, daun singkong rebus, bumbu rendang, sambal merah, dan sambal hijau. Rasa gulai nangkanya gurih dengan sentuhan pedas hangat, sangat pas dipadukan dengan ikan bilis yang renyah.
Gulai Tunjang dan Pisang Santan Penutup yang Manis
Menu gulai tunjang juga menjadi primadona. Dibanderol sekitar Rp 37.000, potongan tunjangnya besar, lembut, dan bebas bau. Kuah santannya terasa gurih dengan sedikit sentuhan manis yang seimbang.
Sebagai penutup, tersedia pisang santan seharga Rp 18.000. Sajian ini mirip kolak pisang, namun diberi topping remahan biskuit yang menambah tekstur. Untuk minuman, Bloom Rosella menjadi pilihan segar dengan rasa manis tipis dan asam yang menyegarkan.
Pengalaman Kuliner yang Berbeda di Jakarta Timur
Minang Eethuis berhasil menghadirkan konsep rumah makan Padang yang tak biasa. Perpaduan sejarah, arsitektur kolonial, bunker rahasia, dan masakan autentik menjadikan tempat ini layak dikunjungi, baik oleh pencinta kuliner maupun penggemar wisata sejarah.
Jika kamu ingin merasakan sensasi makan di rumah makan Padang dengan nuansa berbeda, tempat ini wajib masuk daftar kunjungan berikutnya.