Menjelang waktu berbuka, aroma nasi hangat dan lauk tradisional sering kali terasa lebih menggoda dibanding menu kekinian. Di tengah ramainya pilihan kuliner di Depok, Nasi Timbel Siteteh tetap menjadi tujuan banyak orang yang rindu masakan Sunda rumahan dengan rasa konsisten. Perpaduan nasi timbel hangat, sayur asem segar, dan lauk goreng yang gurih menjadikannya favorit lintas generasi.
Rumah makan ini bukan sekadar tempat makan, tetapi juga ruang bernostalgia bagi para pelanggan setianya.
Lokasi Strategis dan Suasana Nyaman
Terletak di Jalan Tole Iskandar Nomor 47, Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok, rumah makan ini mudah dikenali karena berada di sebelah Masjid Baiturrahman yang dikenal dengan sebutan masjid merah. Aksesnya cukup strategis dan mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun ojek online.
Bangunan Baru dengan Nuansa Kasual
Meski sudah berdiri lebih dari dua dekade, bangunannya tergolong baru karena direnovasi sekitar tiga tahun terakhir. Area makannya terasa lapang dengan langit-langit tinggi sehingga tetap sejuk meski tanpa pendingin udara. Suasananya sederhana, bersih, dan nyaman untuk makan bersama keluarga.
Sistem pemesanannya fleksibel. Pelanggan bisa memesan langsung di tempat atau melalui WhatsApp, terutama selama bulan puasa ketika layanan pesan online dibuka mulai pukul 13.00 WIB.
Menu Andalan yang Menggugah Selera
Daya tarik utama di Nasi Timbel Siteteh tentu terletak pada sajian nasi timbel lengkap dengan berbagai pilihan lauk. Harga yang ditawarkan pun masih tergolong ramah di kantong, mulai dari Rp 29 ribu per porsi.
Paket Lengkap Mulai Rp 29 Ribuan
Paket paling ekonomis adalah nasi timbel ayam goreng negeri seharga Rp 29 ribu. Dalam satu paket, pelanggan sudah mendapatkan Nasi Timbel Siteteh yang dibungkus daun pisang, semangkuk sayur asem, tahu dan tempe goreng, sambal terasi, ikan asin jambal, serta lalapan segar.
Selain itu, tersedia pilihan lain seperti ayam kampung goreng atau bakar seharga Rp 36 ribu, gepuk daging dan ikan nila goreng yang masing-masing dibanderol Rp 30 ribu. Jika ingin menambah lauk, tersedia pula pepes dan menu satuan lainnya.
Sayur Asem Segar yang Jadi Primadona
Salah satu alasan banyak orang kembali lagi adalah sayur asemnya. Hidangan ini disajikan terpisah dalam mangkuk berukuran besar dengan kuah berwarna merah oranye yang menggoda.
Isian Melimpah dengan Rasa Seimbang
Di dalamnya terdapat jagung manis, labu siam, kacang panjang, irisan nangka muda, dan kacang melinjo. Kuahnya cenderung encer dan terasa segar saat diseruput. Rasa manisnya sedikit lebih dominan dibanding asam, namun tetap menyegarkan dan cocok dipadukan dengan nasi hangat.
Sayur-sayurannya direbus hingga empuk tanpa kehilangan tekstur, sehingga nyaman dikunyah. Tak heran jika banyak pelanggan menyebut menu ini sebagai pelengkap yang justru menjadi bintang utama.
Gepuk Empuk dan Ayam Goreng yang Gurih
Selain sayur asem, lauknya juga patut mendapat perhatian. Gepuk daging menjadi salah satu favorit karena cita rasanya yang meresap hingga ke serat.
Bumbu Meresap dan Tekstur Lembut
Meski ukurannya tidak terlalu besar, gepuk di sini dimasak hingga empuk dengan rasa manis gurih yang seimbang. Taburan ketumbar goreng di atasnya memberi aroma khas yang memperkaya rasa.
Sementara itu, ayam kampung gorengnya memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih legit. Ukurannya memang tidak besar, tetapi justru terasa pas untuk dipadukan dengan nasi dan lauk lainnya.
Bagi yang ingin variasi, tersedia pepes ikan mas yang tak kalah lezat. Daging ikannya lembut dengan bumbu pepes yang kaya rempah dan aroma daun kemangi serta daun salam yang harum.
Cita Rasa Tradisional yang Bertahan di Tengah Tren
Di saat banyak rumah makan berlomba menghadirkan konsep modern, Nasi Timbel Siteteh tetap mempertahankan kekuatan pada rasa. Kesederhanaan tempatnya justru memberi kesan hangat dan akrab.
Konsistensi rasa selama lebih dari 20 tahun menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Dengan harga terjangkau, porsi mengenyangkan, dan rasa yang autentik, tak heran jika rumah makan ini terus ramai, terutama saat bulan Ramadan.
Bagi pencinta masakan Sunda di Depok, tempat ini layak masuk daftar kunjungan berikutnya.
Baca Juga Artikel:
Seleknas Esports Menuju Asian Games 2026 Dimulai