Jakarta – Pameran dagang Food & Hospitality Indonesia (FHI) yang melibatkan industri makanan, minuman, serta perhotelan kembali digelar di Jakarta International Expo (JiExpo) Kemayoran, Jakarta Utara pada 22-25 Juli 2025.
Nuansa baru hadir dalam pameran ini. Untuk pertama kalinya, FHI 2025 menghadirkan kompetisi bagi inovator minuman, bartender, dan pelaku mixology di Tanah Air untuk terlibat dalam World Fashion Drinks Competition (WFDC) 2026.
“Selain pameran produk, FHI 2025 juga dimeriahkan oleh berbagai kompetisi tahunan bergengsi di sektor kuliner, seperti Indonesia Coffee Events, The 14th Salon Culinaire, World Fashion Drinks Competition 2026, Ready to Drink Cocktail Competition,” kata Portofolio Director FHI 2025, Juanita Soerakoesoemah, dalam pembukaan FHI 2025, Selasa (22/7/2025).
Kompetisi WFDC 2026 mengusung tema “Indonesian Passion and Local Fashion” yang merayakan rasa, desain, dan keberlanjutan melalui kreasi minuman dengan memadukan budaya Indonesia, estetika tropis, serta gaya fashion generasi muda.

Adapun kompetisi lain yang melibatkan sektor kuliner dan perhotelan di FHI 2025 adalah Hotelicious Thematic Bed Making Competition dan Jakarta Best Sommelier Competition.
Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menuturkan, FHI 2025 lebih dari sekedar pameran, melainkan ruang bagi keberagaman budaya Indonesia yang memiliki potensi besar lewat produk ekonomi kreatif.
“Bagi Kemenekraf, kuliner lebih dari sekedar makanan. Ini adalah ekspresi budaya yang disampaikan lewat cerita menarik dan inovasi berkelanjutan,” ujar Menkraf Riefky dalam kesempatan yang sama.
Industri makanan dan minuman Indonesia, kata dia, berkontribusi sekitar 38 persen dari total GDP ekonomi kreatif dengan lebih dari 11.000 bisnis dan diperkirakan menyediakan 7,6 juta pekerjaan dalam pertumbuhan yang strategis.
Selain itu, nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia telah meningkat sebesar 119 persen dan nilai ekspornya sebesar 67 persen, serta total konsumsi tenaga kerja mencapai 26,5 juta pada tahun 2024.
“Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang inklusif. Sektor kuliner tidak hanya mendorong permintaan domestik, tetapi juga mendominasi ekonomi kreatif Indonesia sehingga menjadikannya salah satu subsektor yang paling kompetitif,” pungkasnya.

700 produsen dari 35 negara
Pameran FHI 2025 mengusung tema “Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan” dengan menghadirkan 700 produsen, distributor, dan peretail sektor kuliner dan perhotelan.
Ratusan produsen dan retail terkemuka di sektor hospitality tersebut datang dari 35 negara dunia, di antaranya Amerika Serikat, Cina, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand.
Sejalan dengan tema yang diusung, FHI 2025 menghadirkan sejumlah program berkelanjutan, di antaranya Net Zero Carbon 2030 dan inklusi sosial bersama Kopi Kamu dan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) yang memberikan ruang berkarya bagi barista down syndrome.
Terdapat juga acara program mendaur ulang limbah menjadi produk hospitality, seperti celemek dan tas bersama 4GoodThings, serta mengelola limbah secara menyeluruh dan memberikan laporan transparan tentang pengurangan jejak lingkungan dilakukan FHI bersama Rekosistem.
Pengunjung FHI 2025 dapat mengikuti kampanye ramah lingkungan dalam mengurangi limbah plastik dengan mengisi ulang air minum gratis melalui Waterhub yang tersedia di seluruh area pameran.
“Untuk semakin memperkaya pengalaman para pengunjung dan pelaku bisnis, kami hadirkan Trade Up Pavilion, wadah khusus bagi merek-merek baru dan bisnis yang sedang berkembang untuk menampilkan produk inovatif dan menjalin kemitraan strategis,” ucap Juanita.